HIDUPKU IMPIANKU

Menggapai Mimpi



http://www.medistra.com/images/stories/osteo1.jpgBanyak orang tidak menyadari kalau osteoporosis atau penyakit keropos tulang merupakan pembunuh tersembunyi (silent killer).

Penyakit ini hampir tidak menimbulkan gejala yang jelas. Sering kali osteoporosis diketahui justru ketika sudah parah. Contoh kasus seorang terpeleset ringan, ternyata mengalami patah tulang di tulang pangkal paha atau di pergelanganan tangan.
Tidak heran, banyak ahli mengatakan untuk menghindari osteoporosis tidak bisa dilakukan sekali saja, tetapi harus melalui proses yang dimulai dari pencegahan sejak dini. Karena patah tulang yang dialami seseorang saat ini, sebetulnya tidak lepas dari kebiasaan masa lalu. Misalnya, kurang mengkonsumsi kalsium, jarang berolahraga, tidak mengkonsumsi gizi seimbang, dan mengisi kegiatannya dengan gaya hidup tidak sehat, seperti merokok, minum minuman beralkohol, dan lain sebagainya. Pola makan dan hidup seperti itu bisa mendorong terjadinya osteoporosis.
Apa sebenarnya yang dimaksud dengan osteoporosis? Osteoporosis adalah kondisi di mana tulang menjadi rapuh dan mudah retak atau patah.
Kendati osteoporosis dikenal sebagai penyakit silent killer, tidak berarti kedatangannya tidak bisa diantisipasi. Osteoporosis sebenarnya bisa dicegah, tetapi dengan beberapa persyaratan. Untuk mencegah osteoporosis, maka kebiasaan merokok, minum kopi, alkohol dan soft drink harus dikurangi. Sebaliknya harus membiasakan mengkonsumsi makanan mengandung kalsium tinggi seperti teri, udang rebon, kacang-kacangan, tempe atau minum susu. Kenapa harus mengonsumsi kalsium? Karena kalsium merupakan elemen mineral yang paling banyak dibutuhkan untuk kesehatan tulang.
Tetapi, yang perlu diingat dalam mencegah osteoporosis, gizi saja tanpa dibarengi oleh latihan fisik ternyata tidak cukup. Untuk itu ada senam osteoporosis untuk mencegah dan mengobati terjadinya pengeroposan tulang. Daerah yang rawan osteoporosis adalah area tulang punggung, pangkal paha dan pergelangan tangan.
Prinsip latihan fisik untuk kesehatan tulang adalah latihan pembebanan, gerakan dinamis dan ritmis, serta latihan daya tahan (endurans) dalam bentuk aerobic low impact. Semua jenis latihan ini telah dikemas dalam bentuk Senam Pencegahan Osteoporosis dan Senam Terapi Osteoporosis. Bentuk kedua jenis senam ini berbeda, karena diperuntukkan bagi kelompok yang berbeda pula, dengan sangat memperhatikan faktor manfaat dan keamanan bagi para pesertanya. Selain manfaat kesehatan tulang, para peserta pasti akan merasa lebih segar dan bugar. Senam ini dikhususkan bagi para peserta usia dewasa dan lanjut usia baik pria maupun wanita.

Senam Cegah Osteoporosis

Salah satu cara yang dianjurkan untuk memperlambat terjadinya osteoporosis adalah olahraga. Osteoporosis atau tulang keropos adalah salah satu masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian karena berdampak terhadap mobilitas, produktivitas, dan kualitas hidup.

Dr. Susetyo Soewarno, seorang spesialis kedokteran olahraga alumni FKUI, telah meneliti pengaruh senam pencegahan osteoporosis terhadap kepadatan mineral tulang. Riset dilakukan pada 23 perempuan sehat usia 25 sampai 35 tahun yang melakukan senam pencegahan osteoporosis rutin tiga kali seminggu selama 14 minggu.

Meski belum dapat meningkatkan kepadatan pada tulang paha, riset ini memperlihatkan bahwa senam pencegahan osteoporosis meningkatkan kepadatan mineral pada sebagian tulang lengan dan tulang punggung.

Peneliti menyimpulkan bahwa berbagai gerakan senam pencegahan osteoporosis belum cukup mengaktifkan daerah panggul dan paha. Peneliti menyarankan untuk menambah latihan jalan cepat dan bersepeda yang akan lebih mengaktifkan daerah panggul dan paha.
Osteoporosis adalah keadaan dimana kepadatan tulang mulai berkurang dan disertai kerusakan mikroarsitektur tulang sehingga tulang akan menjadi rapuh dan mudah patah. Osteoporosis merupakan keropos tulang yang dapat dicegah dan diobati dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan latihan fisik.
Cara Mencegah Osteoporosis adalah:
  1. Kalsium yang cukup. Kalsium diperlukan untuk pembentukan tulang karena itu kebutuhan akan kalsium harus dipenuhi. Sumber kalsium yang terbaik adalah makanan, tetapi bila tidak mencukupi maka diperlukan tambahan kalsium dari suplemen kalsium. Makanan yang mengandung kalsium : susu, keju, yoghurt. Kebutuhna kalsium > 50 tahun = 800-1200 mg.
  2. Vitamin D3 diperlukan untuk membantu penyerapan kalsium pada usus sehingga asupan kalsium dapat digunakan tubuh dengan maksimal. Kebutuhan vitamin D3 usia > 50 thaun = 5 mcg.
  3. Bifosfonat, golongan ini bekerja dengan cara menghambat kerja sel penghancur tulang secara berlebihan. Beberapa jenis obat golongan bifosfonat, seperti alendronate dapat digunakan untuk mencegah terjadinya osteoporosis.
  4. Memperbaiki kebiasan hidup dengan menghindari rokok, alkohol, dan kopi yang berlebihan karena dapat menggangggu pembentukan tulang
  5. Pemeriksaan tulang untuk mengetahui osteoprosis secara dini.
  6. Latihan fisik dianjurkan untuk melakukan weight bearing / olahraga yang memberikan tekanan pada tulang
Senam Osteoporosis terdiri dari :
  • pemanasan + peregangan
  • latihan inti : aerobik, latihan beban, latihan keseimbangan
  • pendinginan + peregangan
Tahapan pemeriksaan :
  1. Penilaian masalah kesehatan individu, tingkat kebugaran, massa tulang dengan BONE DENSITOMETRI
  2. Program latihan disesuaikan dengan hasil tes (kondisi individu)
  3. Monitoring
  4. Evalusi

1 komentar:

salam kenal
senam Osteoporosis ini kayaknya blom terlalu banyak yang tau ya..
dan kalau untuk baju senam murah dimana ya bisa kita dapatkan...
moga sukses

Poskan Komentar

About this blog

Diberdayakan oleh Blogger.

Blogroll

About

Blogger templates

Blogger news